Sabtu

Mimpi Bertemu Pak Esbeye

Tiupan angin pagi hari dan segelas teh hangat menjadi saksi pertemuan dengan seseorang yang menjadi tokoh sentral negeri ini,pak sby begitulah masyarakat memanggilnya,presiden negeriku yang menjadi nakhoda kapal mengarunggi samudera negeri ini yang penuh badai dan gelombang selama hampir 5 tahun belakangan ini

Lidah ini terasa kelu untuk memulai perbincanggan,apa yang harus kukatakan kepada beliau?haruskah kutanyakan tentang keadaan negeri ini?bagaimana masih banyaknya kemiskinan negara ini,korupsi masih merajalela.keadilan hanya untuk orang yang menamakan diri mereka kaum borjuis

Ataukah aku harus seperti anjing yang menjilati tuannya ketika diberi makanan?mengatakan kepada beliau bahwa bapak telah berhasil membawa kesejahteraan bagi kami atau “sejak kepemimpinan bapak kami telah berhasil..bla.bla..bla,walau itu adalah suatu kemunafikan entahlah.



Akhirnya kumulai dengan pertanyaan yang menurutku basi yang sering kudengar dari acara-acara talkshow di televisi.”pak bagaimana perasaan bapak setelah memimpin negeri ini selama hampir 5 tahun”??

Kulihat beliau menatap jauh kedepan dan berusaha menghela nafas panjang seolah-olah ingin mengeluarkan beban yang terasa berat yang tak kuketahui

“Ananda,perasaan bapak selama hampir 5 tahun memimpin negeri tercinta ini tidak bisa bapak ungkapan dengan perkataan,terlalu banyak suka duka yang bapak lalui ananda,dari mulai umpatan,celaan,makian maupun pujian yang datang silih berganti tapi semua bapak terima dengan lapang dada,bapak berusaha memenuhi semua janji yang telah bapak sampaikan dahulu,tapi ananda..taukah ananda bahwa tidak mudah kiranya melakukan suatu perubahan banyak rintangan yang harus dilalui baik dari sistem maupun orangnya
Ahh Ananda,mungkin ananda selalu melihat bahwa bapak selalu tersenyum dan terlihat selalu optimis,tapi ananda jauh dilubuk hati ini ada perasaan yang kadang bertentangan dengan hati nurani,perasaan yang kadang harus mengorbankan kepentingan masyarakat demi kepentingan golongan,tapi ananda yakinlah bahwa semua yang bapak perbuat demi kebaikan negeri ini, dengan suara yang agak tertahan dan berwibawa beliau berusaha meyakini dan akupun berusaha untuk percaya dan meyakini..ahhhh.


Lalu pak,pertanyaan saya selanjutnya semoga bapak mau menjawab dengan jujur,”bagaimana kalau dalam pemilihan besok bapak kalah apa yang akan bapak lakukan?dan bagaimana juga seandainya menang??

Hmmm…”pertanyaan yang susah untuk bapak jawab ananda,tapi baiklah bapak akan jawab dengan jujur,bapak akan menjawab pertanyaan yang kedua saja dahulu,seandainya dalam pemilihan besok bapak menang,bapak akan terus melanjutkan perjuanggan bapak yang belum bapak seleseaikan sebelumnya (“lanjutkan”)
Apa itu?? Tak usahlah bapak sebutkan karena ananda tentu telah mengetahuinya dengan “teman” baru dan semangat baru tentunya


Tapi ketika menjawab pertanyaan kedua mata beliau terlihat nanar,”seandainya bapak kalah dalam pemilihan besok (hening terasa)
Bapak akan berusaha menerima dengan ikhlas sepenuh hati,dan akan sekuat tenaga membantu “teman” yang terpilih untuk bersama-sam membangun negeri ini baik sumbangan pikiran maupun tenaga wahai ananda

Kupandangi beliau cukup lama berusaha melihat kejujuran dimata negarawan satu ini (ahh bapak taukah bapak bahwa sebenarnya saya hanya ingin perbaikan negara ini,dan saya sangat mengharapkan itu) banyak yang ingin kutanyakan kepada beliau..tapi tiba-tiba,aku mendengarkan teriakan..banjir,tanggul jebol,air bah datang cepat bangun,teriakan keras tersebut membangunkan aku dari mimpi bertemu dengan pak esbeye


Belum sempat aku melangkah keluar hantaman air bah membuatku terpental aku berusaha mengapai apa yang bisa untuk menjadi pengangan tapi kuatnya arus membuatku lelah.lalu tiba-tiba sebuah hantaman benda keras menimpa kepalaku,apa ini?dunia terasa gelap,dada terasa sesak,inikah yang namanya kematian??dan sekali lagi aku terlelap dan berusaha mendapatkan kembali mimpiku bertemu dengan “pak esbeye”


Untuk saudara-saudaraku korban tanggul Situ Gintung tabahkan hati kalian,Allah melindungi umatnya yang sabar….


1 komentar:

  1. wuih, bangganya bisa ketemu esbeye walau dalam mimpi... hehehe...

    aku juga sering lo mimpi ketemu artis idola... tapi nggak sampe wawancara begeto.. hehehe...

    http://dzofar.com

    *name/url nya kok nggak diaktifin to?*

    BalasHapus